Menu

Dark Mode
Resmi Dilantik, JMSI Luwu Timur Komitmen Lawan Hoaks dan Kawal Pembangunan Sinergi Pusat-Daerah: Luwu Timur Siap Sukseskan Program Strategis Kelautan 34 Personel Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Kapolres AKBP Ario Beri Pesan Penting PT CLM Salurkan Program PPM, Pembangunan Masjid Annisa Kembali Berlanjut Dukung ‘Lutim Juara’, Irwan Bachri Syam Perkuat Strategi Sanitasi LuwuTimur Genjot PAD, Pemkab Luwu Timur Perluas Digitalisasi dan Penerapan QRIS

Pena Politik

Reses di Wasuponda, Andi Ahmad Sebut Alokasikan Dana 1,6 Miliar di Desa Ledu-Ledu

badge-check


					Reses di Wasuponda, Andi Ahmad Sebut Alokasikan Dana 1,6 Miliar di Desa Ledu-Ledu Perbesar

Wasuponda, Penalutim.com – Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Wasuponda-Malili, Andi Ahmad, S.A.N., menunjukkan komitmennya mengawal pembangunan desa dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Tahun ini, ia mengalokasikan Rp1,6 miliar dari program Pokok-Pokok (Pokir) untuk Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda.

Pernyataan itu disampaikan Andi Ahmad saat reses perseorangan masa sidang III tahun 2024–2025 di Dapil I Malili-Wasuponda. Reses berlangsung di Desa Ledu-Ledu pada Kamis (14/8/2025) dan dihadiri ratusan konstituen.

Suasana pertemuan berlangsung akrab. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi mulai dari infrastruktur, kebutuhan alat pertanian, hingga dukungan modal usaha.

“Kenapa saya berikan ke desa ini? Karena masih banyak program yang belum tuntas saya laksanakan ketika menjabat kepala desa. Saya ingin memastikan semua yang sudah direncanakan bisa terealisasi,” ujarnya.

Program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) merupakan instrumen resmi DPRD untuk menyalurkan aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui reses maupun kunjungan kerja. Melalui Pokir, anggota dewan dapat mengusulkan kegiatan prioritas sesuai kebutuhan masyarakat di dapilnya.

Bagi Andi Ahmad, Pokir bukan sekadar formalitas, melainkan sarana nyata untuk melanjutkan visi pembangunan yang pernah ia jalankan sebagai kepala desa. “Saya tidak ingin program berhenti di tengah jalan. Pokir adalah jembatan untuk menuntaskan pekerjaan yang belum selesai,” jelasnya.

Kepada Penalutim.com, Andi Ahmad menuturkan, dana sebesar Rp1,6 miliar tersebut akan digunakan untuk membangun jalan desa dan pengadaan alat pertanian, Infrastruktur jalan diharapkan memperlancar mobilitas warga serta mempercepat distribusi hasil pertanian ke pasar.

Bantuan alat pertanian seperti hand traktor atau traktor multifungsi akan diberikan kepada kelompok tani. Menurut Andi Ahmad, peralatan modern mampu menghemat waktu dan tenaga petani, sehingga produktivitas meningkat.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur, Andi Ahmad juga mengalokasikan Rp500 juta untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dana tersebut akan disalurkan langsung per kepala keluarga (KK), masing-masing Rp2,5 juta, untuk modal usaha.

“Sistem penyaluran per KK ini lebih efektif dibanding per kelompok, karena setiap keluarga bisa langsung mengelola dana sesuai kebutuhan usahanya,” terang Andi Ahmad kepada fobiz.id.

Kebijakan ini diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi rumah tangga, terutama bagi ibu-ibu yang menjalankan usaha kecil seperti kuliner, kerajinan, maupun perdagangan harian.

Dalam kesempatan itu, Andi Ahmad juga memperkenalkan Brigade Pangan, forum koordinasi yang akan menaungi seluruh kelompok tani di Luwu Timur.

Program ini akan mempermudah pembinaan, distribusi bantuan, dan pelatihan teknis. “Kalau petani bersatu dalam satu wadah, koordinasinya lebih mudah dan program pemerintah bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Salah satu warga, Sudirman, mengaku senang dengan langkah Andi Ahmad. “Jalan di desa kami masih banyak yang rusak. Kalau nanti sudah bagus, hasil panen kami bisa cepat sampai ke pasar. Bantuan modal usaha juga sangat membantu,” katanya.

Hal senada diungkapkan Sitti Aminah, pelaku usaha makanan ringan. “Modal tambahan ini akan saya gunakan untuk beli peralatan dan bahan baku. Terima kasih sudah peduli dengan usaha kecil,” ucapnya.

Selain Desa Ledu-Ledu, Andi Ahmad juga menyebut Desa Ledu-Ledu sebagai fokus pembangunan tahun ini. Program yang direncanakan mencakup perbaikan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, dan penguatan sektor pertanian.

Sebagai wakil rakyat dari Fraksi PDIP, Andi Ahmad menegaskan bahwa prioritasnya adalah program yang langsung dirasakan masyarakat. “Pembangunan harus berorientasi pada hasil yang nyata, bukan sekadar janji politik,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Andi Ahmad berharap sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan DPRD akan mempercepat pemerataan pembangunan di Luwu Timur. Ia optimistis, peningkatan infrastruktur dan dukungan modal usaha akan menciptakan efek domino yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (Udin)

Facebook Comments Box

Read More

Gerindra Minta Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Tidak Dipolitisasi

26 May 2026 - 16:27 WITA

Siapkan Generasi Pemilih Pemula Cerdas, Pemkab Lutim Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik

4 May 2026 - 10:57 WITA

Pernyataan Mendalam Pimpinan DPRD di 23 Tahun Luwu Timur

4 May 2026 - 02:00 WITA

Trending on Pena Politik