Menu

Dark Mode
Tinjau Fasilitas Olahraga di Wasuponda, Bupati Irwan Instruksikan Pembenahan Kunjungi Korban Kebakaran di Angkona, Wabup Puspawati Berikan Bantuan dan Semangat Lomba Perahu Naga Sukses Digelar, Para Juara Dapat Hadiah Tambahan dari Bupati Luwu Timur Raih Opini WTP Ke-14, Bukti Tata Kelola Keuangan yang Sehat Sukses Terselenggara, Masyarakat Bahagia, Kadis Parmudora: Lomba Perahu Naga Akan Menjadi Event Tahunan Luwu Timur Tutup Road Race Bupati Cup II, Irwan Beri Apresiasi Tambahan dan Hadiah Khusus

Pena Kesehatan

Emberisasi PT Vale, Edukasi Masyarakat Olah Sampah Menjadi Bermanfaat

badge-check


					Emberisasi PT Vale, Edukasi Masyarakat Olah Sampah Menjadi Bermanfaat Perbesar

Sorowako, Penalutim.com – Selain mengedukasi masyarakat untuk mengelolah lingkungan sehat dengan tidak membuang sampah disembarang tempat. Perusahaan tambang nikel terbesar yang kini berusia 57 tahun, yakni PT Vale Indonesia (PTVI) juga mengedukasi karyawaannya untuk terlibat mengelolah sampah organik menjadi bermanfaat.

Melalui Program Emberisasi, memilah sampah organik langsung dari perumahaan karyawan PTVI. Dimana setiap karyawan memilah sampah sisa makanan rumah tangganya dimasukan ke dalam ember khusus. Setelah itu, sampah dalam ember tersebut akan dijemput oleh petugas sampah lalu dibawa menuju ke tempat pengelolaan sampah di Segregation untuk diolah menjadi pakan Maggot  dan juga menjadi pupuk kompos.

“Jadi Emberisasi ini adalah program pengelolahan sampah organik yang di lakukan oleh PTVI. Sampah dipilah langsung dari rumah. Sisa-sisa makanan atau sampah organik dimasukkan ke ember khusus, yang nantinya diolah menjadi sesuatu yang bisa digunakan kembali,” Kata Ashadi Cahyadi, Karyawan PTVI yang juga ketua RT 4 Kelurahan Magani, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (26/7/2025).

Program ini telah berlangsung sejak tahun 2024 di perumahan karyawan PTVI di Wilayah Pontada, Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi-Selatan.

“Awalnya, kami sangat pesisimis dengan program ini. Karena, Emberisasi ini menambah pekerjaan rumah lagi bagi kami, saat itu kami merasa direpotkan karena kami ibu rumah tangga selain mengurus anak-anak dan juga melayani suami ini  ditambah disibukan lagi dengan memilah sampah. Tapi, seiring berjalannya waktu. Kami akhirnya mulai beradaptasi dan tersadarkan sendirinya bahwa ternyata program ini memberikan manfaat. Selain itu, ya kita sebagai keluarga PTVI ya harus menggaungkan hal ini. Karena, ya ini kan salahsatu komitmen perusahan untuk menjaga lingkungan sehat dan memberi manfaat. Ya kita awali hal tersebut dari kita  keluarga PTVI dan di lingkungan Perumahan karyawan PTVI,” Ucap istri Ashadi Cahyadi saat ditemui oleh sejumlah awak media di kediamannya dalam kegiatan media visit, Sabtu (26/7/2025).

Emberisasi PT Vale, Edukasi Masyarakat Olah Sampah Menjadi Bermanfaat

Lionie Butar Butar, Environment Engineer PT Vale menjelaskan Pengelolahan sampah melalui program Emberisasi ini untuk tahap awal dilakukan di daerah perumahan karyawaan. Hal ini dilakukan karena keluarga karyawaan PTVI ini adalah percontohan bagi masyarakat.

“Sampah Organik yang dihasilkan dari program Emberisasi ini sekitar 100 kg dalam setiap hari dari 100 rumah di wilayah perumahan karyawaan PTVI yang ada di Pontada. Jadi, Program Emberisasi ini dilakukan untuk sementara hanya di perumahan ini. Belum dilakukan di wilayah lainnya. Nantinya, program emberisasi ini akan dilaksnakan juga kepada masyarakat yang berada di wilayah sekitar operasional PTVI,” Jelas Lionie.

Menurut Rizki, Environment Engineer PT Vale, inisiatif ini bukan hanya tentang pengelolaan sampah, melainkan juga membangun kesadaran bersama bahwa memilah dan mengelola sampah harus dimulai dari sumbernya—yakni rumah tangga. Ia menyebut, upaya seperti ini sejalan dengan praktik di negara-negara maju yang telah lebih dulu menerapkan konsep pemilahan dari hulu.

“Kalau di Segregation Plant, sampah dipilah oleh petugas khusus. Tapi lewat Emberisasi, perusahaan mengajarkan karyawan untuk mengenal jenis sampah sejak dari rumah. Ini adalah edukasi sederhana, tapi berdampak besar,” Jelas Rizki.

Metode pengelolahan sampah organik melalui program Emberisasi ini terbukti memberi manfaat. Selain menciptakan ramah lingkungan, program ini juga menghasilkan pupuk kompos yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan juga dimanfaatkan PTVI untuk kebutuhan reklamasi penghijauan lahan pasca tambang. Tidak hanya itu, pengelolaan sampah organik ini juga menghasilkan Gas Metana melalui metode biodigester PTVI. Gas yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik ini digunakan oleh pelaku UMKM di Pujasera Sorowako. Sebanyak 14 pelaku UMKM di Pujasera Sorowako, memanfaatkan Gas tersebut. Pelaku UMKM tersebut menfaatkannya secara cuma-cuma atau gratis tanpa membeli gas subsidi seperti pelaku UMKM pada umumnya.

Perusahaan Tambang Nikel bagian dari PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID ini melakukan hal tersebut sebagai upaya untuk mencapai cita-cita bebas sampah (zero waste) pada 2050 yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Berdasarkan hal tersebut, PT Vale Indonesia telah membuktikan komitmennya mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam strategi bisnis. Komitmen tersebut dalam rangka menciptakan nilai jangka panjang yang bermanfaat secara luas, baik bagi lingkungan, masyarakat, maupun pemerintah. (Rm).

Facebook Comments Box

Read More

TomTim Beres, Inovasi Kecamatan Tomoni Timur Cegah Penyebaran Rabies

13 May 2026 - 03:34 WITA

Ketua TP PKK Lutim Ikut Monev Imunisasi di Gowa, Wujud Dukung Percepatan Imunisasi Anak

6 May 2026 - 02:58 WITA

Lihat Antrian Panjang di Loket, Bupati Irwan Instruksi Tambah Meja Layanan RSUD I Lagaligo

5 May 2026 - 03:05 WITA

Trending on Daerah