Towuti, Penalutim.com – Luwu Timur adalah sebuah daerah Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Luwu Utara. Luwu Timur resmi menjadi Kabupaten pada tanggal 3 Mei 2003. Tepat pada 3 Mei 2025, usia Kabupaten Luwu Timur kini genap menjadi 22 tahun.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dimasa pemerintahan Bupati Irwan Bachri Syam (IBAS) dan Puspawaty Husler merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 22 Tahun Luwu Timur dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Bahkan artis papan atas dari grup Band ternama Wali Band akan menghibur masyarakat Luwu Timur dalam merayakan HUT Lutim kali ini.
Lalu apa makna perayaan HUT Lutim di mata pemuda yang duduk di kursi kekuasaan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Luwu Timur?
Menurut ketua Fraksi PAN, Muh.Rivaldi, makna perayaan HUT Lutim adalah momentum refleksi perjalanan yang penuh perjuangan dan kerja keras para pendahulu kita yang telah berhasil memperjuangkan sehingga terbentuklah Kabupaten Luwu Timur yang telah kita nikmati selama 22 tahun.
“Saya mengucapkan selamat HUT Lutim yang ke 22 Tahun. Momentum ini diharapkan dapat menanamkan rasa cinta dan bangga pada daerah Bumi Batara Guru. Semangat hari jadi ini, tereflesikan dalam wujud kebersamaan dan gotong royong dalam membangun daerah ini sebagaiamana cita-cita para tokoh pemekaran kita,” Ucap Rivaldi Anggota DPRD Lutim dari Dapil Nuha-Towuti, Partai PAN, Minggu (4/5/2025).
Selain refleksi perjuangan pembentukan Kabupaten Luwu Timur. Momentum HUT Lutim ini juga adalah ajang evaluasi untuk memproyeksikan masadepan Luwu Timur yang akan menghadapi industri dan pertanian sebagaimana cita-cita bapak presiden prabowo – Gibran yang tertuang dalam asta cita dimana indonesia menjadi negeri swasembada pangan
“Usia 22 tahun Kabupaten Luwu Timur di Bumi Batara Guru ini akan menghadapi perkembangan industri dan pertanian Mau tidak mau kita harus siap menyambut Industri dan pertanian ini di Bumi Batara Guru ini. Harapan tentu ada, akan tetapi tantangan juga niscaya akan kita hadapi. Kita harus siap di segala sektor, Kita harus menjalankan peran kita, memikirkan dan merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Fungsi pengawasan kita juga harus kita maksimalkan. Semua pihak baiknya ikut berpartipasi, bersinergi dan berkolaborasi sehingga program pemerintah dari pusat hingga daerah menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan berkah bagi kemajuan dan kesejahteraan Luwu Timur,” kata Rivaldi ketua Komisi III DPRD Luwu Timur. (Rm)






