Menu

Dark Mode
Tinjau Fasilitas Olahraga di Wasuponda, Bupati Irwan Instruksikan Pembenahan Kunjungi Korban Kebakaran di Angkona, Wabup Puspawati Berikan Bantuan dan Semangat Lomba Perahu Naga Sukses Digelar, Para Juara Dapat Hadiah Tambahan dari Bupati Luwu Timur Raih Opini WTP Ke-14, Bukti Tata Kelola Keuangan yang Sehat Sukses Terselenggara, Masyarakat Bahagia, Kadis Parmudora: Lomba Perahu Naga Akan Menjadi Event Tahunan Luwu Timur Tutup Road Race Bupati Cup II, Irwan Beri Apresiasi Tambahan dan Hadiah Khusus

Daerah

Smelter HPAL Butuh Puluhan Ribu Tenaga Kerja, Firman Udding Harap PT Vale Transparan dan Tekankan Prioritaskan Masyarakat Lokal

badge-check


					Smelter HPAL Butuh Puluhan Ribu Tenaga Kerja, Firman  Udding Harap PT Vale Transparan dan Tekankan Prioritaskan Masyarakat Lokal Perbesar

Malili, Penalutim.com – Rencana pembangunan smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Luwu Timur, oleh PT Vale Indonesia Tbk, mendapat perhatian serius dari anggota Komisi II DPRD Luwu Timur, Firman Udding. Ia menegaskan bahwa PT Vale harus terbuka soal kebutuhan tenaga kerja agar pemerintah daerah hingga ke tingkat desa bisa mempersiapkan potensi lokal secara matang.

Smelter di Sorowako merupakan bagian dari tiga proyek besar yang tengah digarap PT Vale di Indonesia, bersama dua proyek lainnya yaitu smelter HPAL di Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Ketiga proyek ini diproyeksikan menyerap total sekitar 30 ribu tenaga kerja ketika rampung antara tahun 2026 hingga 2027.

“Pihak PT Vale perlu membuka data kebutuhan tenaga kerja, baik terampil maupun non-terampil. Ini penting agar data dan penyiapan tenaga kerja bisa tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat serta pengusaha lokal,” ujar Firman, Jumat (25/4/2025).

Menurut Firman, pemerintah desa memegang peran awal yang sangat penting dalam proses ini. “Harus dimulai dari desa. Pemerintah desa harus aktif mengidentifikasi potensi tenaga kerja lokal. Mana yang sudah siap kerja, mana yang perlu dilatih, itu harus jelas sejak sekarang,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar menyusun kurikulum pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Program pelatihan bersertifikat harus segera dirancang dan diimplementasikan agar pemuda Luwu Timur memiliki daya saing tinggi dan siap menyambut peluang kerja.

Lebih lanjut, Firman berharap ada sinergi nyata antara PT Vale, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan dalam merancang program peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal.

“Kalau ini tidak disiapkan dari sekarang, kita hanya akan menyaksikan orang lain datang bekerja, sementara masyarakat lokal terpinggirkan di kampungnya sendiri,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Read More

Tinjau Fasilitas Olahraga di Wasuponda, Bupati Irwan Instruksikan Pembenahan

3 June 2026 - 23:42 WITA

Kunjungi Korban Kebakaran di Angkona, Wabup Puspawati Berikan Bantuan dan Semangat

3 June 2026 - 05:47 WITA

Luwu Timur Raih Opini WTP Ke-14, Bukti Tata Kelola Keuangan yang Sehat

3 June 2026 - 04:12 WITA

Trending on Daerah