Menu

Dark Mode
Tinjau Fasilitas Olahraga di Wasuponda, Bupati Irwan Instruksikan Pembenahan Kunjungi Korban Kebakaran di Angkona, Wabup Puspawati Berikan Bantuan dan Semangat Lomba Perahu Naga Sukses Digelar, Para Juara Dapat Hadiah Tambahan dari Bupati Luwu Timur Raih Opini WTP Ke-14, Bukti Tata Kelola Keuangan yang Sehat Sukses Terselenggara, Masyarakat Bahagia, Kadis Parmudora: Lomba Perahu Naga Akan Menjadi Event Tahunan Luwu Timur Tutup Road Race Bupati Cup II, Irwan Beri Apresiasi Tambahan dan Hadiah Khusus

Nasional

Bahas RUU Statistik, Anggota Komisi II DPR Kritisi Kerjasama Bisnis Antara BPS dan Operator Seluler

badge-check


					Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan (Foto: Ist) Perbesar

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan (Foto: Ist)

Jakarta, Penalultim.com – Komisi II DPR RI mengkritik pembelian data milik operator seluler, e-commerce dan pinjol oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk kepentingan negara terkait pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Statistik.

Pasalnya, penggunaan data tersebut untuk lembaga negara, khususnya pemerintah dalam menentukan kebijakan negara.

“Saya menggarisbawahi tadi terkait kerjasama bisnis antara BPS dan operator seluler. Apakah akuisisi data itu bisa dilakukan secara gratis, karena data ini untuk kepentingan negara. Karena sudah ada dalam UU Perlindungan Data Pribadi (PDP),” kata Anggota Komisi II DPR, Ahmad Irawan di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Lebih jauh Anggota Fraksi Partai Golkar itu menyinggung teknis pengelolaan data BPS yang masih dilakukan secara manual untuk survei, sensus dan pemetaan geo spasial.

Berbeda dengan para operator seluler dan pengelola medsos atau e-commerce yang secara  otomatis memiliki data pelanggan dan data pribadi.

“Jadi ini ada potensi penyalahgunaan data pribadi, saya ingin tahu sejauhmana apresiasinya terhadap perlindungan hak asasi manusia,” ujarnya lagi.

Legislator dari Dapil Jawa Timur V itu menceritakan bagaimana perusahaan peer to peer landing mudah sekali memiliki data pribadi, karena mayoritas data pribadi itu tersimpan dalam pusat data operator di luar negeri.

“Termasuk data pribadi, lalu data perilaku konsumen, data karakteristik pelanggan dan lain-lainnya,” paparnya.

Menurut Wawan, Transfer data pribadi  milik WNI itu bisa langsung secara langsung dari China. Karena pengelolaan data pribadi dilakukan secara kecerdasan buatan (Artificial intelligence-AI). “Dengan kata lain, pusat datanya itu  bukan di Indonesia,” imbuhnya.

Seperti diketahui bahwa PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) membuat survei terkait arus pariwisata di Indonesia.

Adapun soal big data, Telkomsel memberikan layanan data lainnya, yakni Digihub, sebuah platform yang menyediakan akses data atau API (Application Programming Interface).***

Facebook Comments Box

Read More

Ubah Tantangan Menjadi Kemajuan, Perjalanan ESG PT Vale Menguat di 2025

1 May 2026 - 07:10 WITA

Capai Kinerja Keuangan Yang Solid di Triwulan Pertama, PT Vale Tetap Membangun Fondasi Pertumbuhan di Masa Depan

30 April 2026 - 02:26 WITA

Dukung Penuh Program Ketahanan Pangan di Luwu Timur, Kementerian Transmigrasi Jadwalkan Berkunjung ke Mahalona

6 March 2026 - 01:26 WITA

Trending on Nasional