Menu

Dark Mode
Tinjau Fasilitas Olahraga di Wasuponda, Bupati Irwan Instruksikan Pembenahan Kunjungi Korban Kebakaran di Angkona, Wabup Puspawati Berikan Bantuan dan Semangat Lomba Perahu Naga Sukses Digelar, Para Juara Dapat Hadiah Tambahan dari Bupati Luwu Timur Raih Opini WTP Ke-14, Bukti Tata Kelola Keuangan yang Sehat Sukses Terselenggara, Masyarakat Bahagia, Kadis Parmudora: Lomba Perahu Naga Akan Menjadi Event Tahunan Luwu Timur Tutup Road Race Bupati Cup II, Irwan Beri Apresiasi Tambahan dan Hadiah Khusus

Nasional

Rakyat Kesal ke Pertamina, DPR: Tidak Cukup Hanya dengan Maaf

badge-check


					Rakyat Kesal ke Pertamina, DPR: Tidak Cukup Hanya dengan Maaf Perbesar

Jakarta, Penalutim.com – Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam, menyampaikan kekecewaannya kepada Pertamina atas kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak dengan modus BBM oplosan.

Hal itu disampaikan Mufti dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Utama PT Pertamina Internasional Shipping, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2025).

“Hari ini seluruh rakyat marah besar Pak, bahkan kami punya saudara Pak, setiap hari setiap ketemu kami selalu mengungkapkan kemarahannya, mereka kecewa begitu mendalam terhadap Pertamina karena mereka merasa tertipu bertahun-tahun,” kata Mufti di ruang rapat Komisi VI.

Kata Mufti, kasus pertamax oplosan yang tengah ditangani Kejaksaan Agung ini bukan hanya sekadar merugikan negara, tetapi juga telah mengkhianati rakyat yang percaya terhadap pertamina.

“Ini di mata kami bukan hanya sekedar korupsi yang merugikan negara tapi ada korupsi yang merugikan menyakiti dan mengkhianati rakyat kita,” ujarnya.

Bahkan lebih parah lagi kata Mufti, bukan hanya kasus Pertamax oplosan yang membuat gaduh publik, tetapi adanya kontrak oplosan antara Pertamina dan swasta yang terjalin sejak tahun 2017 silam merupakan suatu bentuk operasi kejahatan yang terstruktur dan masif.

“Katanya sudah merugikan negara lebih dari 1000 Triliun Rupiah dan juga bahkan yang kemarin yang terupdate ditemukan juga adanya kontrak Oplosan antara Pertamina dengan pihak swasta yang sudah berjalan sejak tahun 2017,” beberanya.

“Maka saya berharap ada penjelasan sejelas-jelasnya Pak, nanti di akhir sesi ini Pak karena jika benar, maka ini adalah orkestrasi operasi kejahatan totalitas yang masif dan terstruktur Pak dari hulu ke hilir yang sudah terjadi bertahun-tahun,” tambahnya.

Sebab itu, kata Mufti, dosa-dosa Pertamina tidak hanya bisa selesai dengan kata maaf, tetapi harus ada aksi nyata untuk mengganti kerugian rakyat.

“Saya rasa tidak cukup dengan hanya meminta maaf lalu seolah-olah dosa-dosa pertamina selesai, tidak. Lalu bagaimana dengan kerugian konsumen apa ada inisiatif dari pertamina untuk mengganti kerugian mereka,” tandasnya. (DI)

Facebook Comments Box

Read More

Ubah Tantangan Menjadi Kemajuan, Perjalanan ESG PT Vale Menguat di 2025

1 May 2026 - 07:10 WITA

Capai Kinerja Keuangan Yang Solid di Triwulan Pertama, PT Vale Tetap Membangun Fondasi Pertumbuhan di Masa Depan

30 April 2026 - 02:26 WITA

Dukung Penuh Program Ketahanan Pangan di Luwu Timur, Kementerian Transmigrasi Jadwalkan Berkunjung ke Mahalona

6 March 2026 - 01:26 WITA

Trending on Nasional