Penalutim.com, Malili – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencanya (DPPKB) Luwu Timur (Lutim), rutin melakukan penyuluhan Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat dalam melakukan program kelahiran anak sesuai dengan anjuran kesehatan.
Program penyuluhan tersebut untuk menekan tejadinya kematian terhadap ibu dan anak pada saat melahirkan. Selain itu, memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya kaum ibu dalam melahirkan anak, agar dapat memberikan jarak antara setiap kelahiran anak.
“Kami memberikan pemahaman kepada para kaum ibu, agar di setiap kehamilan direncanakan jarak kelahiran. Karena, dampak dari jarak kelahiran yang berdekatan, sangat tidak baik bagi kesehatan ibu. Contohnya, pada kelahiran anak pertama harus diberikan jarak minimal 5 tahun dengan kelahiran anak yang kedua,” Ungkapnya Kepala Bidang KB Suliati pada media ini Selasa (25/6/2024).
Lebih lanjut, ia menjelaskan yang paling banyak kehamilan beresiko pada kaum perempuan usia di bawah umur yang sudah mengandung, atau dalam tanda kutip kehamilan faktor dari kecelakaan, perlu dilakukan pengawasan dan pemahaman agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Usia menikah bagi kaum perempuan dan untuk hamil pada usia 21 tahun, sudah bisa dipastikan fisik dan mental calon ibu tersebut dapat dianggap sudah matang dalam segala hal. Hanya saja, tetap dilakukan perencanaan di setiap kehamilan.
Penyuluhan dan edukasi Keberhasilan dalam program KB di masyarakat, berhasil sekitar 70% terhadap pengendalian dan pepulasi penduduk, dengan program penggunaan alat kontrasepsi moderen di masyarakat, sedangkan 30% masi ingin nambah anak lagi. (Srd)






