Melalui Podcast Lutim Maccarita, Kajari Lutim Himbau Pelaku Mafia Tanah Kembalikan Tanah Negara Ke APH

Pena Hukum216 views

Penalutim.com, Luwu Timur – Kasus Mafia Tanah di Luwu Timur tepatnya di Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Provensi Sulawesi Selatan masih terus berjalan dalam proses penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Luwu Timur.

Belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus mafia tanah tersebut.

“terkait kasus mafia Tanah di Mahalona Towuti masih terus berjalan, namun kami menghormati Azas Praduga Tak Bersalah. Kami Tidak akan mengumumkan Tersangka sebelum seluruh proses Penyidikan dilaksanakan dengan baik dan benar,” kata Kepala kejaksaan Negeri (Kajari) Luwu Timur Dr Yadhin SH.

Menurutnya, saat ini Penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi dan Ahli. Termasuk Saksi/Ahli yang di Kementerian Transmigrasi di Jakarta sehubungan dengan dugaan penjualan tanah milik negara dalam areal pencadangan lahan transmigrasi di Kabupaten Luwu Timur tahun 2019 sampai dengan 2021.

Selain kasus tanah transmigrasi di Towuti,  Kejaksaan Luwu Timur juga akan menyelidiki sejumlah lahan tanah Negara lainnya yang beralih secara melawan hukum di wilayah Kabupaten Luwu Timur, ini Penting guna menyelamatkan aset-aset/tanah Negara yang telah dirampas oleh sejumlah Mafia Tanah, bebernya.

Saat ini Penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah Saksi dan Ahli kurang lebih 30 orang baik di Malili, Makassar maupun di Jakarta, terkait penyidikan perkara mafia tanah di areal lahan pencadangan transmigrasi yang terletak di Desa Boeangin Mahalona Towuti.

Penyidik telah memperoleh alat bukti yang Kuat dari sejumlah keterangan saksi, dokumen surat, keterangan ahli dan petunjuk yang mengarah kepada beralihnya tanah negara untuk lahan pencadangan transmigrasi kepada sejumlah oknum atau pihak tertentu.

Mereka bukan sebagai transmigran, perbuatan tersebut dilakukan secara melawan hukum, Setelah keseluruhan proses penyidikan berjalan, berdasarkan ketentuan hukum pidana, kami akan memintakan pertanggungjawaban kepada pihak-pihak terkait,” tegas yadhin.

Ditanya mengenai siapa-siapa yang bertanggung jawab dan akan menjadi bakal tersangka dalam perkara ini, dia enggan menjawab dan menyampaikan berdasarkan azas hukum pidana.

“kita mengedepankan azas praduga tak bersalah dan tentunya setiap proses dalam penanganan perkara termasuk penetapan tersangka dilakukan melalui mekanisme ekspose,”tutur Yadyn.

Sehingga, lanjutnya,  penyidik tidak akan menyampaikan hal tersebut, hal itu disampaikan oleh Dr Yadyn dalam Podcast Lutim Maccarita yang dipandu oleh Rudiansyah dan Rizal Mujur, Minggu (21/4/2024).

Mantan penyidik KPK itu menghimbau agar sejumlah pihak yang telah menerima atau memperoleh tanah di lahan milik negara termasuk dalam areal lahan pencadangan transmigrasi agar segera mengembalikan tanah-tanah tersebut kepada Aparat Penegak Hukum (APH), sebelum dilakukan proses lebih lanjut. Himbau Kajari Luwu Timur. (*)