Menengok Pameran ‘Hulu ke Hilir: Ekosistem Batik’ di Museum Batik Indonesia

Pena Budaya31 views

Penalutim.com, Luwu Timur – Museum Batik Indonesia menyelenggarakan pameran temporer  dengan tema ‘Hulu ke Hilir: Ekosistem Batik’, yang berlangsung dari bulan Desember hingga 29 Februari. Pameran tersebut menjadi ajang memperkenalkan dan memperlihatkan ke masyarakat terkait nilai-nilai dan kompleksitas ekosistem batik.

Pemeran ini menampilkan kain batik dari daerah Jawa, Sumatera hingga Maluku yang memukau dengan ciri khasnya masing-masing. Di pameran ini,  pengunjung diajak untuk mengenal dunia penciptaan karya batik mulai dari proses pra produksi, produksi, distribusi, hingga upaya pelestariannya.

Penanggung Jawab Museum Batik Indonesia, Archangela Y. A., mengatakan Pameran tersebut merupakan upaya untuk memperkenalkan lebih dalam nilai-nilai di balik penciptaan batik sebagai  warisan budaya kepada masyarakat luas.

“Kami berharap melalui pameran ini, pengunjung dapat lebih menghargai nilai gagasan, kerja keras, kreativitas,  dan upaya untuk mempertahankan keberlanjutan batik yang telah dilakukan oleh para pelaku budaya batik serta mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam melestarikannya,” kata Archangela dalam siaran persnya, Senin (19/2/2024).

Dosen Seni Rupa dan Desain Lasalle College, sebagai salah satu pengunjung, Susi Harahap, memberikan komentarnya mengenai pemeran ini.  “Penyelenggaran pameran ini sangat baik dan informatif, kebetulan kami dari Interior ya, jadi kami juga melihat tidak sekedar apa yang ditampilkan atau dipamerkan tetapi kami juga melihat display yang ditampilkan cukup representatif untuk ditangkap, bisa kita melihat informasi dengan lebih jelas, selain itu suasana yang ditampilkan proporsional sehingga siapapun yang melihat juga nyaman, membuat lebih paham bagaimana wastra Indonesia itu demikian punya nilai yang sangat tinggi,” kata dia.

Pameran ini memberikan gambaran besar terkait proses produksi-konsumsi batik, termasuk mata rantai produksi-distribusi yang seringkali tidak diperlihatkan kepada publik. Dengan menampilkan keseluruhan proses batik, diharapkan masyarakat dapat lebih mengapresiasi esensi dan eksistensi batik serta turut berkontribusi dalam pelestarian ekosistem batik dengan cara mengenakan dan membantu mempromosikan batik.

Ahmad Mahendra selaku Plt. Museum dan Cagar Budaya (IHA) menambahkan, “Pameran ini juga merupakan langkah penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan budaya. Kami berharap pameran ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam melestarikan batik sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya bangsa.”

Batik telah tercatat dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity sejak tahun 2009. Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek telah melakukan upaya tindak lanjut dengan mendirikan Museum Batik Indonesia yang tergabung dalam unit museum di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya (IHA), yang dikelola sebagai Badan Layanan Umum. Pameran “Hulu ke Hilir: Ekosistem Batik” di Museum Batik Indonesia ini merupakan bentuk komitmen dalam rangka pendukung pelestarian batik di Indonesia.