PJ Gubernur Sulsel Berikan 10 Ribu Bibit Durian, Bupati Senang

Daerah3 views

Penalutim.com, Luwu Timur –  Potensi di Kabupaten Luwu Timur sungguh luar biasa. Banyak lahan yang masih kosong bisa dimanfaatkan untuk menanam pohon pisang cavendish. Hal ini disampaikan oleh Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin saat mengunjungi Bumi Batara Guru, Kamis, (04/01/2024).

Menurut Baharuddin, Pisang cavendish memiliki nilai ekspor yang sangat menjanjikan. Namun harus dikelola dengan baik. Komoditasnya juga harus terus tersedia. Tak boleh terputus.

Produksinya, Lanjut Bharuddin, harus dengan jumlah banyak. Sebab jumlah kecil akan habis di biaya mobilisasi. Karena itu, cara bertani harus kuantitasnya besar. Harus jutaan pohon. Tidak bisa hanya dengan 10 pohon bahkan 1000 pohon sekalipun. Itu terlalu kecil.

“Jadi harus jumlahnya banyak dan berkelanjutan. Misalnya Minggu ini ada, Minggu depan datang lagi truk mau beli ada lagi barang. Jangan hari ini ada, dua bulan ke depan lagi baru ada. Baru tidak ada lari barangnya atau dalam jumlah yang terbatas. Jadi ini harus kita edukasi masyarakat, bagaimana menanam yang produktif,” terangnya.

Usaha ini bebernya, juga tidak sulit. Sebab bantuan modal dari perbankan juga disediakan. Dana KUR yang disediakan di Bank Sulselbar mencapai angka Rp 15-30 triliun.

“Tahun ini Rp 1 triliun akan disalurkan. Metode pembayarannya juga setelah panen. Kita tidak boleh menyusahkan masyarakat. Sebab sudah dibuat senang,” katanya sambil tersenyum.

Selain pisang cavendish, Bahtiar Baharuddin sangat tertarik dengan durian di Luwu Timur. Menurutnya, potensi budidaya durian berkualitas tinggi di Luwu Timur bisa diwujudkan.

“Kita berikan 10 ribu bibit durian musangking tahun ini. Ini langkah awal. Jika ini berhasil, maka kita kembangkan hingga mencapai 1 juta pohon. Ini bukan hal sulit diwujudkan,” ucapnya.

Bupati Lutim, Budiman sangat senang mendapat perhatian dari Pemrov Sulsel. Bantuan di sektor pertanian tentu akan memudahkan pemerintah meningkatkan hasil-hasil pertanian.

“Tahun lalu anggaran pertanian sekitar Rp 40 miliar lebih. Sekarang ditambah menjadi Rp 80 miliar. Sebab masyarakat kita mayoritas petani,” kata Budiman. (*)