FKMB Demo PT NKE, Risal Mujur : PT Vale dan Pemerintah Jangan Jadi Penonton

Daerah473 views

Penalutim.com, Luwu Timur – Tidak melaksanakan perintah Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur, PT Nusa Konstruksi Engginering (NKE) dianggap pembangkang oleh aktivis wilayah terdampak tambang. Hal ini diungkapkan Risal Mujur kepada Penalutim.com Minggu (17/9/2023).

Menurut Risal Mujur, edaran dinas ketenagakerjaan Pemkab Lutim diabaikan PT NKE. Pasalnya, masih banyak karyawan eks Wika menganggur dampak dari penuh harapan dipanggil PT NKE sebagai tenaga kerja di proyek Larona sebagaimana surat edaran Disnaker Luwu Timur.

Dalam surat edaran tersebut, lanjut Risal Mujur, tegas mengatakan bahwa PT NKE harus memprioritaskan tenga kerja lokal eks Wika di proyek Larona lanjutan pekerjaan PT Wika.

“Banyak karyawan eks Wika yang hubungi saya agar diurus masuk di PT NKE untuk bekerja kembali bersama rekanannya di proyek Larona. Mereka mengaku eks wika dan suda melalui proses MCU namun hingga saat ini masih menganggur lantaran menunggu kejelasan dari PT NKE,” Tutur Risal Mujur.

Ironisnya, lanjut Risal Mujur, PT NKE Justru menerima karyawan yang bukan eks Wika dan telah bekerja di proyek Larona. Hal ini sangat jelas PT NKE tidak patuh atas perintah Negara melalui pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Parahnya lagi, PT NKE mendatangkan tenaga kerja non lokal Luwu Timur.

Risal Mujur mengaku bahwa dirinya suda menyampaikan hal ini kepada pihak PT NKE, akan tetapi PT NKE mengabaikannya.

Terakhir saya, lanjutnya lagi, juga menyampaikan hal ini kepada PT NKE saat mediasi antara FKMB bersama PT NKE disaksikan sejumlah pihak seperti PT Vale, Kepolisian Polres Lutim, TNI dan sejumlah peserta aksi unjuk Rasa FKMB di Pakumanuk, Selasa (12/9/2023).

Risal Mujur mengecam keras PT NKE karena telah menipu pelamar dari sejumlah masyarakat terdampak tambang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Penalutim.com dari berbagai karyawaan PT NKE. Bahwa tenaga kerja yang didatangkan oleh PT NKE dari Luar Luwu Timur atau pengiriman dari Jawa benar adanya kurang lebih sekitaran 40 orang.

“Kami juga heran ketika menyaksikan tenaga kerja baru, ternyata dari pengiriman luar dari Luwu Timur. Parahnya karyawan itu berposisi Helper. Kami tanya langsung kepada mereka dan jawabannya Helper,” Ungkap salah satu karyawan PT NKE yang enggan disebutkan namanya.

Lebih parahnya lagi, lanjutnya, orang pengiriman itu masuk ke lokasi terkesan menyelinap. Karena mereka menggunakan mobil tanpa CT atau identitas Perusahaan.

“Mereka menggunakan mobil tanpa stiker perusahaan atau identitas perusahaan sampai di wilayah Pakumanuk. Setelah itu dijemput pake mobil yang ada CT atau stiker perusahaan PT. NKE,”jelasnya

“Kita ini orang lokal betul-betul terkucilkan. Masa saya tidak diberikan baju kerja (APD) APD yang saya gunakan ini punya teman dipinjamkan ke saya. Sementara orang pengiriman dari luar Sulawesi ini diberikan APD Baru lengkap. Na saya lebih dulu masuk batu ada tiga hari saya masuk lokasi kerja. Kalau itu orang non lokal Luwu Timur baru kemarin masuk. Tapi APD Baru napake mereka,” Ungkap penuh kesal salah satu karyawan PT NKE yang enggan disebutkan namanya.

Aksi demo yang dilakukan Forum Komunikasi Masyarakat Balambano (FKMB) ini mendapat support dari sejumlah Karyawan PT NKE yang menolak tenaga kerja Non Lutim.

“Masih banyak teman-teman kita, sodara kita, tetangga kita, sekampung kita yang terdampak tambang menganggur, perusahaan mestinya memperioritaskan tenaga kerja lokal empat Wilayah terdampak tambang secara khusus dan secara umum masyarakat Kabupaten Luwu Timur.

Dampak dari prilaku PT NKE tersebut, Pagi tadi FKMB tidak mempersilakan PT NKE melintas di akses menuju PLTA 1 Larona tepatnya menuju lokasi kerja PT NKE, Selasa (19/9/2023).

Karena tidak ada upaya atau itikad baik dari PT NKE. Managemen PT NKE tidak hadir di tempat aksi demo, hingga akhirnya seluruh karyawan PT NKE kmbali pulang ke rumah. Aksi Unjuk Rasa berjalan damai dan aman.

Menanggapi hal ini, Risal Mujur kembali berkomentar

“Gejolak yang dipicu oleh Ulah PT NKE ini, PT Vale dan Pemerintah Jangan Jadi Penonton. (Adl)