Kurangi Angka Pengangguran, Risal Mujur Luncurkan Program Pemberdayaan Pemuda

Pena Ekonomi115 views

Penalutim.com, Luwu Timur – Salah satu tokoh Pemuda Balambano yang juga merupakan ketua Pemuda Balambano Peduli Kampung (PBPK), Risal Mujur luncurkan Program Pemberdayaan Pemuda yakni ” Pemuda Tambal Ban” tepatnya di desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.

Bidang usaha ini sangat bermanfaat bagi masyarakat ataupun pemuda, khususnya di wilayah Balambano, yang bertujuan untuk membuka lapangan kerja dan berperan aktif mengurangi angka pengangguran di wilayah terdampak tambang Nikel PT Vale di Kabupaten Luwu Timur.

Selain itu, menurut Mujur, usaha yang didirikannya ini tidak lain adalah untuk membantu para pengendara motor dan mobil yang sedang mengalami ban bocor ataupun kerusakan kecil yang dialaminya saat melintas di kampung keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Vale.

Dalam kesempatan itu, saat dikonfirmasi oleh Penalutim. Mujur mengungkapkan inspirasi awal mula berdirinya usaha kecil ini.

“Karena menemukan banyaknya pengendara yang melintas sedang mengalami ban bocor sehingga itu terciptalah usaha kecil ini,” katanya.

“Pernah terjadi di tengah malam sekitar jam 2 Malam dalam keadaan hujan ada pengendara motor suami-istri dan bersama anak bayinya bannya bocor. Pada saat itu, di kampung ini tidak ada satupun bengkel tambal ban. Sehingga mereka menginap di rumah dalam keadaan basah kuyup. Berawal dari sinilah bengkel Pemuda Tambal Ban ini mulai ada,” jelas Bacaleg dari Partai PAN Dapil Malili-Wasuponda ini.

Lulusan S1 Ilmu Politik, Konsentrasi Politik Indonesia dan S2 Ilmu Komunikasi Konsentrasi Komunikasi Politik di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini juga memaparkan manfaat lain dari Program Pemberdayaan Pemuda yang ia dirikan ini.

“Program ini sangat bermanfaat bagi Pemuda yang mengelolahnya. Selain sebagai sumber penghasilan ekonomi bagi Pemuda. Juga mengatasi pergaulan bebas pemuda. Seperti, konsumsi minuman beralkohol atau mabuk-mabukan, Keluyuran tidak jelas dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang yakni Narkoba atau sabu,” terangnya.

Mujur yang merupakan Pendiri media Penalutim juga mengungkapkan keterbatasan Bengkel Pemuda Tambal ini.

“Program pemberdayaan Pemuda ini belum maksimal karena masih serba keterbatasan. Kami sangat berharap program ini mendapat perhatian dan support dari pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan PT Vale melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang PT Vale kelolah,” harapnya.

Sementara itu, Wildan anak yang lahir di wilayah keberadaan 2 PLTA milik PT Vale ini mengalami putus sekolah dan belum bisa membaca. Merasakan manfaat keberadaan program pemberdayaan pemuda ini.

Wildan mengatakan bahwa dengan adanya Program ini, dirinya merasa terbantukan.

“Sangat membantu saya. Selain karena saya suka kerja-kerja motor, juga Karena di bengkel ini saya bisa mendapatkan penghasilan uang dari hasil kerja keras saya. Ada mi biasa saya berikan kepada orangtuaku dan adik adiku yang sekolah,” Tutur Wildan pengelolah bengkel Pemuda Tambal Ban. (Sholihin)