Tidak Punya Pekerjaan, Pemuda Luwu Timur ini Mencari Kerja di Kalimantan

Daerah, Lutim343 views

Penalutim.com, Luwu Timur – Salahsatu Pemuda lokal warga Kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Wasuponda, Desa Balambano, Dusun Balambano harus meninggalkan kampungnya untuk mencari kerja di Kalimantan.

Hal ini tentu miris kita rasakan sebab di Balambano adalah wilayah terdampak tambang Nikel PT Vale Indonesia yang dikenal wilayah penghasil Listrik terbesar di Luwu Timur. Memliki 2 Pembangkit Listrik Tenaga Air  (PLTA) milik PT Vale Indonesia. Salah satu wilayah terdampak operasional perusahaan baik yang sekelas Internasional, Nasional maupun Lokal, namun warga yang terdampak tambang masih banyak yang menganggur (tidak berkesempatan kerja di perusahan).

“Ia benar tadi ada pemuda Balambano yang minta pamit ke saya. Namanya Asraf lahir dan besar hingga ia memiliki KTP  di Balambano. Pemuda ini tahun lalu baru saja selesai kursus alat berat di Makassar dan telah menghabiskan uang kurang lebih 10 jutaan hingga ia mendapatkan sertifikat pelatihan alat berat di Makassar, Jelas Ikbal Hamka , ketua Forum Komunikasi Masyarakt Balambano (FKMB) kepada Penalutim, Kamis (2/3/2023).

Ia telah berupaya, lanjut Ikbal,  melamar kerja di sejumlah perusahan di sini tapi belum menerima panggilan kerja. ia merasa rugi besar kalau sertifikatnya dan keahliannya sebagi operator alat berat tidak ada artinya, olehnya itu pemuda ini memilih pergi merantau di Kalimantan untuk mencari kerja, sebentar malam Asraf akan berangkat.

Ikbal juga mengungkapkan kekecewaanya terhadap PT Vale Indonesia karena tidak lagi memprioritaskan masyarakat yang terdampak tambang nikel milik PT Vale.

“Kami kecewa terhadap PT Vale, karena ingkar dengan komitmen pemberdayaan tenaga kerja lokal yang terdampak langsung tambang nikel PT Vale, sebagaimana yang tertuang di Kontrak Karya yang berlaku hingga tahun 2025. Menurut IKbal, karyawaan PT Vale di Wilayah PLTA Milik PT Vale ini satupun tidak ada warga Dusun Balambano, kata Ikbal dengan penuh rasa kecewa.

Penulis : Mujur

Editor : Redaksi

Foto : Mujur