by

Puisi Kritikan Tentang ALam “Sisi Gelap Bumi”

-Opini-118 views

Penalutim.com, Luwu Timur Aku hadir sebab manusia ingin diriku.
Aku memiliki paras indah bagi kalian manusia.
Tak ingatkah kalian, berpijak kali pertama. Tanyakan itu ke nenek moyangmu.

Aku memberimu kehidupan, pohonku menyejukkanmu dari terik matahari.
Meberikanmu udara segar.
Aku menghamparkan padamu hunian tentram.

Kalian lupa, sejarah itu, udaraku, airku tetumbuhanku, isian fauna tak sama lagi.
Apakah karena aku telah tua, lantas anak cucumu tak menghargai aku lagi.

Ku memberimu udara tapi kalian pangkas pohonku dengan liar, ku memberimu air bening tapi kalian keruk perutku dengan serahka. Ditepian laut, kalian lumuri aku dengan minyak hitam mu. Kalian bakar aku sampai aku tak dapat bernafas lagi, kalian sumbat bibirku dengan sesampah plastikmu.

Anak cucuk mu sungguh serahka. Aku memang telah tua, aku tak lagi sama.
Tapi kalian lupa, aku memiliki usia tak sama ukuran manusia.

Ku keluarkan airku dengan menenggelamkan bangunan kalian, kujatuhkan tanahku di atap-atap rumahmu. Ku pekik nadi lehermu agar tak kau hirup lagi udaraku, mengambil minyak dalam perutku tentu kalian tak menemukan ikan dan hewan sebab telah kuracuni.

Jangan kalian anggap aku tak berdaya akan keserahakahanmu kecuali kalian sadar ingin beesahabat lagi dengan ku.

 

Penulis : Rhyma Octaviani M (Sekertaris Rumah Literasi Batara Guru)

Editor : Redaksi

Foto : Rhyma Octaviani M

News Feed