by

Pemuda Balambano Demo PT Vale, Mujur : PT Vale, Kami Siap Dialog Ilmiah Secara Terbuka

-Daerah-237 views

Penalutim.com, Luwu Timur – Aksi Damai Unjuk Rasa Pemuda Balambano Peduli Kampung (PBPK) di depan Gate II DAM Pembangkit Listrik Tenaga Air Balambano (PLTA 2 PTVI ), Dusun Balambano, Desa Balambano, Kec. Wasuponda, Kab. Luwu Timur diwarnai tindakan saling dorong-mendorong antara masyarakat dengan pihak pasukan khusus keamanan pihak perusahaan PT.Vale Indonesia (PTVI).

Awalnya aksi berjalan dengan kondusif tanpa adanya tindakan menahan kendaraan perusahaan PTVI, Kontraktor PTVI maupun tindakan anarkis dari para peserta aksi. Namun setelah orasi berjalan 1 jam, PTVI menurunkan pasukan khusus lengkap, untuk mengamankan tenaga kerja yang ditugaskan untuk melakukan pembabatan di lahan warga. Tindakan saling dorong-mendorong pun tidak dapat dihindari antara masyarakat pemilik lahan bersama pemuda setempat dengan pasukan pengamanan dari pihak perusahaan.

Menurut Hamka, warga pemilik lahan, tindakan menerobos lahan saya dari pihak perusahaan ini sangat tidak beretika dan merugikan saya sebagai pemilik lahan, Kamis (19/08/2021).

“Hentikan kegiatan kalian, ini lahan kami jangan kalian menerobos untuk melakukan pekerjaan. Mending saya mati di sini dari pada hak kami kalian ganggu, masyarakat Balambano lebih dulu berada di wilayah ini daripada PTVI, bukan kami yang masuk di kawasan kontrak karya PTVI, Namun PTVI yang masuk kelahan kami tanpa adanya komunikasi sebelumnya,” ucapnya.

“Panggil pimpinan kalian, kita bicarakan baik-baik, jangan seperti ini. Hentikan dulu kegiatan kalian, jangan bentrokkan kami,” sambungnya.

“Kami bisa melakukan pekerjaan pembabatan ini, berdayakan kami sebagai warga di wilayah yang terdampak dengan operasional PTVI, suda puluhan tahun kami hanya merasakan dampak radiasi SUTET listrik tegangan tinggi milik PTVI, kami hanya memohon agar pemberdayaan tenaga kerja PTVI yang terdampak dengan operasional PTVI dalam hal ini masyarakat Balambano juga diperhatikan,”tambahnya.

Luter, selaku pihak keamanan dari DSS, terus meminta para anggota keamanan dan pekerja pembabatan untuk tetap melakukan pekerjaannya dan melarang masyarakat menghalangi pihak perusahaan yang mau bekerja.

“Jangan kalian (masyarakat) halangi orang bekerja. Terus kalian (karyawan) bekerja, jangan dengarkan mereka, selesaikan kerja kalian,” tuturnya.

Hal inilah yang memancing kemarahan masyarakat terkhusus pemilik lahan bersama pemuda Balambano. Namun, pemilik lahan tetap meminta kepada masyarakat dan pemuda untuk jangan terpancing dengan tindakan dari pihak keamanan perusahaan.

Sesaat kemudian, Andi Baso selaku pimpinan kontraktor BKM yang mengerjakan pembabatan tiba di lokasi dan langsung bertemu dengan warga pemilik lahan untuk membangun komunikasi. Alhasil, dari pertemuan tersebut berhasil meredam aksi saling dorong antara masyarakat dengan pasukan khusus PTVI dan berhasil menghentikan pekerjaan pembabatan untuk sementara.

Mujur, orator dalam aksi ini menyampaikan, aksi kami tidak berhenti sampai disini. Tuntutan dari pemuda dan masyarakat setempat terkait konsep pemberdayaan PTVI, Listrik geratis dan dampak lingkungan dari radiasi Tower PTVI masih akan terus berlanjut,dan harapan kami, CEO PTVI, Febriany Eddy hadir dihadapan kami dialog ilmiah secara terbuka terkait dasar dan poin tuntukan kami masyarakat Balambano.

“Kami tidak tinggal diam menjadi penonton menyaksikan kebobkrokan sistem pemberdayaan PTVI ini berlangsung dihadapan mata kami, pekerjaan pembabatan Tower di lahan warga ini sangat jelas nampak di hadapan mata kami tidak ada satupun masyarakat Balambano yang dilibatkan dalam pekerjaan tersebut, namun PTVI malah mendukung kekeliruan tersebut. Parahanya, PTVI memaksakan pekerjaan tersebut tetap berlanjut dengan menggunakan pasukan khusus mengawal kontraktor BKM menyelesaikan pekerjaan itu”, ungkapnya.

“Terkait permasalahan tanah warga, tadi berhasil diredam oleh pihak Pimpinan Perusahaan BKM dengan pemilik lahan. Namun kami tetap akan melanjutkan beberapa poin dalam tuntutan kami, yakni sistem pemberdayaan yang diterapkan PTVI untuk masyarakat yang terdampak langsung dengan operasional PTVI dan Radiasi Tegangan sangat tinggi milik PTVI, serta listrik geratis untuk masyarakat Balambano “tegasnya.

Mujur kordinator lapangan aksi UNRAS tersebut juga mengungkapkan salam hormat dan rasa terimakasih  kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.

“saya mewakili seluruh peserta aksi UNRAS ini mengucapkan salam hormat dan banyak terimakasih kepada  pihak kepolisian Polres Lutim, Polsek Wasuponda, Polda Sulsel sebagai keamanan PTVI dan satuan security PTVI termasuk DSS serta masayakarat dan pemuda Balambano atas kerjasamanya sehingga berjalannya aksi UNRAS ini tidak anarkis, lancar dan aman, meskipun belum ada penyelesain dari PTVI,”tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PTVI belum memberi penjelasan secara resmi menyikapi UNRAS yang terjadi di Dusun Balambano.

Penulis : Hafid
Editor : Redaksi
Foto : Hafid

News Feed