by

“Negeri Kecil Batara Guru” Walaupun Berbeda Suku, Agama dan Budaya Kita Tetap Satu

Penalutim.com. Luwu Timur – Salah satu peranan pemuda yaitu sebagai agen perubahan. Pemuda Indonesia memiliki peranan untuk menjadi pusat dari kemajuan bangsa. Hal ini dapat dilakukan melalui pengadaan perubahan dalam lingkungan masyarakat ke arah yang lebih baik, seperti melalui upaya saling memotivasi dan mendorong adanya kemajuan di dalam masyarakat, menjaga persatuan dan kesatuan, serta cinta tanah air.

Semangat untuk terus berkarya menjadi nilai tersendiri yang harus dimiliki, dipertahankan dan dikembangkan oleh para pemuda. Lewat karya itulah para pemuda dapat menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Saat ini, karya berupa film pendek sangat banyak bermunculan. Tentunya ini menjadi salah satu fasilitas yang jika dimanfaatkan dengan baik akan memberi dampak yang positif kepada para penontonnya seperti adanya edukasi, informasi dan lain sebagainya. Selain itu, dalam pembuatan film pendek tentunya mempunyai cerita dibalik pembuatan film tersebut.

Menurut Edi, selaku sutradara dalam pembuatan karya film pendek yang berjudul “Negeri Kecil Batara Guru”, bermula dari salah satu sahabat yang ingin berkarya di bulan Ramadhan ini. Dia pun memberi masukan untuk membuat film pendek menceritakan tentang keberagaman suku dan budaya yang ada di Luwu Timur.

“Mulanya sampai kami buat film pendek ini, karena ada teman ku namanya Haerul, mau sekali buat kegiatan di bulan puasa. Jadi saya kasi mi ide bagaimana kalau buat film pendek menceritakan suku atau budaya yang ada di Luwu Timur. Terus kebetulan, itu teman ku pintar edit video dan ambil gambar,” ucapnya

“Ada 9 orang ka garap ini film, tapi diluar dari 9 orang ini terkadang kalau lagi butuh ka masukan, selalu minta saran sama kakanda yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Lutim Peduli Kampung. Banyak masukan- masukan positif dari beliau untuk mensukseskan pembuatan film ini,” tambahnya.

Dalam pembuatan film tentunya banyak hal yang menjadi pertimbangan, salah satunya adalah dana. Dana tentunya menjadi hal yang penting yang harus terpenuhi/ada sebelum, selama ataupun setelah melakukan kegiatan (pembuatan film).

“Lumayan banyak dana yang kami gunakan dalam pembuatan film ini. Tapi karena keinginan dan tekad yang besar teman-teman, alhamdulillah akhirnya film ini dapat selesai walau hanya dengan dana patungan dari teman-teman, jelas Edi..

Lebih lanjut, film ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Luwu Timur terkhusus para Pemuda dan Pemudi. Semoga film ini bisa mengajarkan kita arti persatuan yaitu walaupun kita berbeda beda suku, agama dan budaya tapi tetaplah satu, semoga pemuda pemudi juga bisa lebih berkarya lagi dan berkolaborasi dengan pemerintah setempat,” harapnya.

 

Penulis : Hafid

Editor : Redaksi

Foto : Hafid

News Feed