by

Begini Sejarah Gunung Hasan Sorowako

Penalutim.com, Luwu Timur – Bagi masyarakat Luwu Timur (Lutim), jalan panjang menurun yang merupakan jalan poros Sorowako Malili pastinya sudah tidak asing lagi. Apalagi bagi mereka yang mempunyai aktivitas kerja di wilayah tambang nikel ini.

Tapi, tahukah Anda jika jalan tersebut ternyata mempunyai sejarah yang terbilang unik. Jalan poros Malili Sorowako (Plant Site) juga dikenal dengan sebutan Gunung Hasan. Kenapa dinamakan Gunung Hasan? Siapakah sosok Hasan ini? Berikut ulasannya.

Konon dahulu ada seorang tokoh yang bernama H.Hasan, anak turunan dari Tosalili yang mana kala itu sempat menjadi Ketua Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI) kec.Nuha. Di usia mudanya Hasan bekerja di MMC, sebuah perusahaan engineering milik Belanda, pada masa pembukaan lahan dan penghijauan dulu. Beliau dipilih menjadi salah satu Mandor para pekerja yang bekerja di kawasan itu.

Selain mengawasi ia juga mengkoordinasi pekerjaan pembuatan terowongan yang saat itu dikenal dengan istilah lubang tikus, di mana kala itu para atasan MMC kesulitan untuk menyebutkan nama lokasi pembuatan terowongan. Jadi, jika ada penugasan ke wilayah tersebut, MMC langsung menyebutkan gunung Hasan, yaitu gunung yang merupakan areal kawasan Mandor Hasan.

Begitulah cerita awal mula penamaan gunung Hasan,yang kemudian resmi ditetapkan penamaannya pada tahun 1940. Selain gunung tersebut, ada beberapa nama gunung yang ternyata diambil dari nama-nama pacar orang Belanda seperti Fiona, Farah, Fingal, dan Delany.

Itulah sebagian nama dari beberapa gunung yang diberikan nama oleh bangsa Belanda. Hingga kini Gunung Hasan masih ada berdiri kokoh menjadi saksi bisu di wilayah tambang PT. Vale Indonesia.

Dahulu Beliau (Mandor Hasan) pernah berkata “Kami berjuang dan mengabdi dulu benar-benar lillahi ta’ala tidak punya tendensi apa-apa”.

Kini Mandor Hasan telah tiada tapi namanya akan tetap Ada dan selalu dikenang sepanjang masa dan berkat perjuangan dan pengorbanan yang dilaluinya dimasa lalu. Saat ini kita bisa menikmati,melihat sejarah dan menilainya.

 

Penulis  : Lisa Jhon

Editor    : Redaksi

Foto       : Lisa Jhon

Sumber  : Keluarga alm. H.Hasan

 

News Feed