by

Pemkab Lutim Ikuti Evaluasi Gerakan Menuju 100 Smart City

Penalutim.com, Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengikuti penilaian Evaluasi tahap 1 dalam rangka program Gerakan Menuju 100 Smart City secara virtual yang dilakukan oleh tim asesor smartcity dari Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, yang terdiri dari Windy Gambetta, Tedy Sukardi, Hasyim Gautama, Nova Zanda dan Fitrah Rahmat Kautsar.

Penilaian Evaluasi Smart City Tahap 1 ini bertujuan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas dan pengaruh layanan tersebut pada publik. Mulai dari penerapan Smart Branding, Smart Mobility, hingga Smart Environment. Sejumlah parameter yang harus dijaga dalam pelaksanaan program smart city, parameter tersebut di antaranya, komitmen, kolaborasi dan public partnership.

Evaluasi berlangsung di ruang Media Center Diskominfo, dihadiri oleh perwakilan masing-masing SKPD yang terkait dengan Gerakan Menuju 100 Smart City, Jumat (27/11/2020).

Rapat Evaluasi Gerakan Menuju 100 Smart City diawali dengan paparan kepala Dinas Kominfo Kabupaten Luwu Timur, Masdin, sekaligus menjawab beberapa pertanyaan melalui quisioner yang telah diisi sebalumnya.

Masdin mengatakan, Master Plan Smart City dan Regulasi, Luwu Timur telah memiliki payung hukum berupa Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Luwu Timur Kota Cerdas.

Sementara pembiayaan alternatif (Non APBD) untuk implementasi smart city, lanjut Masdin, berupa pembiayaan CSR Perusahaan seperti PT Vale yang dituangkan dalam bentuk kerjasama terkait sampah padat PT, Vale yang dikirim ke Bank Sampah Induk, Sosialisasi Tanggap bencana, Pembangunan Objek Wisata Pantai Ide, Ambulance Danau serta Early Warning Sistem bencana.

“Untuk tingkat akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah (LAKIP), Kabupaten Luwu Timur memperoleh Predikat B dengan nilai 60,17 berdasarkan hasil evaluasi atas penyelenggaraan akuntabilitas kinerja oleh KemenpanRB,” ujar Masdin.

Pada program smart branding, sambungnya, di tahun 2020 ini sebagian sementara berjalan seperti ; pengembangan kawasan 3 danau, pengembangan desa wisata Matano, penataan wajah ibu kota Malili (Pujasera dan Andi Nyiwi Park). Kegiatan yang lainnya ditunda karena adanya recofusing anggaran terkait pandemi Covid-19.

“Terkait Presentasi penduduk miskin di Luwu Timur adalah 6,98 % sedangkan untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Luwu Timur sebesar 72,80,” ungkap Masdin.

Sementara Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika, Muhammad Safaat usai acara mengatakan, tujuan dari evaluasi oleh Kementerian Kominfo terkait kegiatan Smart City Kabupaten Luwu Timur ini untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan Master Plant.

“Intinya, Smart City Kabupaten Luwu Timur sudah berjalan sesuai Master Plant, cuman ada sedikit beberapa kegiatan yang tidak berjalan dikarenakan Pandemi Covid19 dan refocusing anggaran,” jelas Syafaat.

 

Sumber : Kominfo Lutim

Editor : Redaksi

Foto : Kominfo Lutim

News Feed