by

IPM Indonesia Meningkat dan Angka Kemiskinan Menurun,  Rektor UKSW : ini Sejalan Dengan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Penalutim.com, Jakarta –  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia sejak 2017-2020 mengalami peningkatan yang sangat signifikan, ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami pertumbuhan.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Nail Samuel Rupidara yang mengatakan harapan kita semua bahwa Indonesia diusia ke 100 tahun nantinya akan menjadi Indonesia yang sejahtera dan makmur bagi rakyatnya.

“Kita berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih signifikan, semoga diharapkan indonesia nanti pada usia 100 tahun akan menjadi indonesia yang sejahtera dan makmur bagi rakyatnya. Indeks pembangunan manusia di indonesia semakin naik sejak tahun 2017 – 2020,” kata Nail Samuel pada webinar bertajuk “Membangun Kawasan Indonesia Timur sama dengan Membangun Indonesia,” via Zoom Aplikasi, Kamis (12/11).

Untuk itu menurut Rektor UKSW ini, pemerataan pembangunan di era Presiden Jokowi juga dirasakan oleh Kawasan Indonesia Timur yang secara umum mengalami peningkatan. Kemiskinan juga semakin menurun seiring dengan pemahaman peningkatan dalam wawasan kebangsaan dan pancasila di wilayah Indonesia Timur.

“Jika diskriminasi tetap ada maka akan terjadi kesenjangan dan ketimpangan, untuk itu Indonesia dilambangkan dengan merah putih maka semua membawah kekayaan alam dan kulturalnya,” pungkasnya

Meskipun begitu, dia mengakui ketimpangan pusat dan daerah masih terjadi antar pulau-pulau. “Indonesia timur kuasai presentasi kemiskinan jika dibandingkan daerah lain yang ada di Indonesia yang mana ada 433 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik, rincian 325 desa di papua, 102 di maluku,” ngaku Nail Samuel.

Namun menurut Laus Deo Calvin, Deputi V Bidang Politik Kemenkunham RI Indonesia saat ini menjadi destinasi pariwisata dengan kekayaan alam yang melimpah.

“Indonesia dari Sabang sampai Merauke yaitu menjadi internasinal distination dengan terkenal kekayaan alam (pariwisata) dan semua menjadi potensi tapi tidak semuanya dapat dikelola yang memjadi aset negara/bangsa yang harus dikelola oleh masyarakat sehingga dapat dipergunakan untuk kemakmuran masyarakat,” kata Calvin.

Ia mengaku bagaimana terjadi ketimpangan luar biasa bagi kawasan indonesia timur dimana dikatakan kawasan yang tertinggal maka Papua, Papua Barat, Maluku dan NTT butuh waktu dalam pengembangan. Padahal potensi SDA cukup besar namun faktanya kita berada dalam indek miskin.

“Pembangunan nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, maka harus ada orientasi pemerintah yang jelas terutama dalam Kabinet Indonesi Maju dimasa presiden Jokowi,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah juga sedang mengembangkan isu strategis untuk kawasan Indonesia Timur, yakni pengembangan kawasan Biak, Pengembangan kawasan perbatasa darat dan laut (pos lintas) menjadi isu strategis nasional 2020 dan 2021-2023

“Isu strategis nasional pembangunan kawasan indonesia tinur; pemerintah terus berupaya membangun kawasan timur Indonesia yaitu pengembangan kawasan Biak, pengembangan kawasan perbatasan darat dan laut ( pos Lintas ) menjadi isu strategis nasional 2020 dan 2021-2023,” akunya.

Sementara kata Deputi V Bidang Politik Kemekumham ini, dukungan infrastruktur terbagi dalam kawasan industri bintuni, kawasan perdesaan prioritas, kawasan strategis Kawasan Ekonomi Khusus sorong dan parawisata Raja Ampat dan pengembangan Kawasan Ekonomo Khusus ( KEK ) Morotai.

“Untuk menjadi prioritas Bapak Presiden dalam pelaksanaan pembangunan di indonesia bagian timur maka pembangunan permodalan kebihnekaan sebagai asset sekaligus kekuatan, regenerasi calon pemimpin berkarakter sesuai dengan nilai pancasila,” tutupnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Chairman Garuda Food Group, Dr (HC) Sudhamek AWS dalam sambutannya mengatakan bahwa bicara pembangunan yang maju maka tentu tentang kesejahteraan dalam infrastruktur.

Ia menilai pembangunan tidak melihat apakah di barat atau timur tetapi kesamaan berbagai akses dalam pembangunan. Indonesia yang besar bukan milik daerah tertentu tetapi semua daerah menjadi bagian dari NKRI.

“Kita jadi satu dalam bangsa Indonesia agar menjadi kokoh antar satu dengan lain. Ini yang kami lakukan berkat kerjasama dengan rekan-rekan dari kepolisian dalam menguatkan kesamaan hak, akses dan pengembangan yang lebih baik.” ucapnya.

 

Penulis : Amir Wata

Editor : Redaksi

Foto : Amir Wakta

News Feed