by

Ciptakan Pilkada Damai 2020 SAT INTELKAM Ajak Media Tetap Netral

Penalutim.com, Luwu Timur – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), suhu politik di Luwu Timur terasa kian memanas. Perang argumen mewarnai media sosial akhir-akhir ini. Saling serang dan adu pendapat, terjadi oleh masing-masing tim pendukung. Melihat hal tersebut, Satuan Intelijen dan Keamanan ( SAT INTELKAM) Polres Luwu Timur prihatin.

Bersama awak media, SAT INTELKAM Polres Luwu Timur melakukan silaturahmi, membahas tentang pemberitaan yang berbau politk selama musim kampanye, guna menciptakan pilkada 2020 yang aman, damai,dan sejuk.

“Kami sangat terbantu dengan adanya media, yang memberikan informasi dan beberapa publikasi yang bisa kami liat. Dengan adanya media kita bisa dengan cepat melakukan antisipasi,” ucap Kasat intelkam, Iptu Palmer Sianipar di hadapan awak media, Jumat (28/8/2020).

Diungkapkannya saat ini, Gejolak dan ancaman-ancaman yang muncul, bisa mengganggu situasi, khususnya di Kabupaten Luwu Timur ini ( Lutim). Maka dari itu, beliau berpesan kepada media yang ada di Lutim, untuk bersikap netral.

“Sebagai penyambung lidah, dalam menyampaikan isu-isu yang berkembang, sebaiknya media bisa bersikap netral, dalam menyajikan berita-berita terkait pemilu, agar tercipta pilkada damai dan sejuk,” ungkapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Wakapolres Luwu Timur, Kompol Muh.Rifai berpesan, agar media tidak memprofokasi. “Saya memohon kepada media, untuk membantu menjaga keamanan,melalui informasi yang diberitakan,jangan memprofokasi,” tegasnya.

Diapun berharap agar para jurnalis di Lutim ini, selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.” Saya berharap,teman teman media kalau memberitakan,harus profesional,mengikuti kode etik,tidak monoton,serta menyerang personal, berita harus selalu mendahului kode etik,” harap Kompol Rifai.

Adapun jawaban dari perwakilan media, yakni Acho, salah satu wartawan senior Lutim mengaku, sejauh ini media yang ada di bumi batara guru ini, terlihat sudah mampu mengikuti kode etik jurnalistik, dalam membuat berita.

Menurutnya yang menjadi masalah utama saat ini adalah media sosial. “Cuma yang menjadi satu masalah saat ini adalah media sosial. Ini perlu perhatian khusus, karena dari situlah munculnya nada-nada profokatif, yang bisa menuding satu sama lain. Kita sebagai media, bisa membantu saling mengingatkan, agar terciptanya pilkada yang aman, seperti pemilihan kepala daerah sebelumnya,” jelas Acho.

Selain peran media, peran dari pihak keamanan dalam hal ini SAT INTELKAM sekiranya agar bisa membantu mewujudkan pilkada yang damai. “Agar tidak ada masyarakat ini dan itu, kami juga menyarankan kepada Polres Luwu Timur, mungkin bisa membuat deklarasi pilkada damai, dengan mengikutsertakan semua tokoh masyarakat, masing-masing perwakilan dari tiap kecamatan, serta, melibatkan forum komunikasi umat beragama (FKUB) yang ada di Lutim ini, guna menghindari pemilihan yang bersifat SARA,” papar salah seorang perwakilan media, Nastan.

 

Penulis : Ajeng

Editor : Redaksi

Foto : Ajeng

News Feed