by

UKM ini Tutup, Petani Lutim Mengeluh

Penalutim.com, Luwu Timur – Masyarakat desa Tampinna, kecamatan Angkona, Luwu Timur mengeluhkan tutupnya UKM Mart Sari Raos sejak pertengahan tahun 2018. Pasalnya, para petani dan UKM kerap menggantungkan hidup pada UKM Mart Sari Raos sebagai tempat menjual hasil produksinya.

Menurut masyarakat, UKM Mart Sari Raos tutup tanpa ada kejelasan. “Dan sudah lama sekali UKM Mart tutup tanpa ada kejelasan yang jelas terhadap kami selaku masyarakat petani dan usaha kecil menengah UKM,” ungkap Samat, salah satu warga desa  Tampinna, Kamis (9/7/2020).

Padahal menurutnya, sebagai petani pisang tanduk ia sangat terbantu sekali dengan adanya UKM Mart tersebut.
“Karena hasil kebun kami semua kami jual di sana sebagai bahan baku keripik pisang di tempat UKM Mart,” tambah Samat.

Ia juga menambahkan bahwa bukan cuman petani yang kehilangan penghasilan, akan tetapi usaha kecil menengah ( UKM ) juga mendapat inbasnya. Karena hampir semua produk UKM Luwu Timur ada di UKM Mart Sari Raos.

Untuk diketahui, Sari Raos memiliki banyak produk yang salah satunya adalah keripik pisang dengan merek ‘MAMALI’ yang diluncurkan pada 6 Oktober 2017 dan dihadiri langsung oleh Bupati Luwu Timur Thorig Husler dan Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan beberapa pejabat PT Vale.

“Kami selalu mencoba menghubungi kepada pemilik UKM Mart Sari Raos untuk menanyakan masalah ini, tetapi tidak membuahkan hasil. Kami bingung harus berbuat apa, harapan kami selaku masyarakat agar bisa dibuka lagi UKM Mart Sari Raos karena dia sangat membantu perekonomian Luwu Timur, khususnya keluarga kami,” jelas Samat.

Menurut Samat, perputaran uang di UKM Mart Sari Raos sangat baik disamping menjual produk UKM, UKM Mart juga memiliki warung makan yang seringkali dikunjungi oleh supir angkutan umum dan juga mobil pribadi.

“Jadi disayangkan sekali kalau UKM Mart tidak lagi difungsikan seperti biasa, apalagi dalam kondisi seperti ini,” kata Samat penuh harap.

 

Penulis : Hamka Bob

Editor : Ning Rahayu

News Feed