by

Jamsyar Optimis Tetap Survive dan Exist di Masa Pandemi

Penalutim.com, Jakarta – Sejak Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 menetapkan covid19 sebagai bencana nasional pada 13 April 2020. Kinerja Jamkrindo Syariah (Jamsyar) masih dinyatakan membaik pada posisi 30 April 2020.

Total Aset Jamsyar telah mencapai Rp 1,2 triliun atau tumbuh sebesar 14,09% dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu. Pertumbuhan tersebut merupakan kontribusi dari pertumbuhan bisnis, di samping adanya penambahan modal disetor oleh Jamkrindo sebesar Rp 75 miliar di awal tahun 2020.

Dari sisi pencapaian laba, laba tahun berjalan Jamsyar di posisi yang sama mencapai Rp 18,71 miliar atau sebesar 35,27% dibandingkan dengan target laba tahun 2020. Apabila dibandingkan dengan pencapaian laba di posisi yang sama tahun lalu, maka laba Jamsyar tumbuh sebesar 17,23% yoy.

“Di 2020, Jamsyar berjuang untuk tetap survive dan eksis meskipun tidak sebesar 2019. Alhamdulillah sampai dengan April, produksi Jamsyar masih menggembirakan,” ungkap Direktur Utama Jamsyar, Gatot Suprabowo dalam video meeting, Kamis (14/5/2020).

Menurutnya, dari sisi produksi, volume penjaminan dapat dikatakan masih sesuai dengan target. Sesuai dengan siklus tahunan produksi, pada posisi tersebut adalah sebesar 30%, sementara realisasi penjaminan adalah sebesar 10,4 T atau 29,69% dari target.

Sesuai dengan POJK mengenai tingkat kesehatan keuangan perusahaan penjaminan, pada periode tersebut nilai tingkat Kesehatan adalah sebesar 1,2 yang berarti Jamsyar berada pada kondisi Sangat Sehat.
Namun demikian, sejalan dengan adanya penerapan PSBB di berbagai propinsi, tentu saja berpotensi menimbulkan risiko yang akan berdampak pada kinerja Jamsyar. Beberapa risiko terkait dengan hal tersebut adalah berkurangnya pencairan pembiayaan yang dilakukan oleh perbankan dan proyek pemerintah maupun swasta.

Selain itu, terdapat kemungkinan adanya peningkatan pengajuan klaim oleh mitra kerja. Untuk itu, Jamsyar telah mengantisipasi dengan melakukan upaya pendekatan kepada mitra perbankan untuk melakukan restrukturisasi sesuai dengan kebijakan relaksasi yang dikeluarkan oleh OJK.

“Dari sisi kemampuan pembayaran kewajiban, likuiditas Jamsyar masih sangat bagus, yaitu sebesar 550%, dimana sesuai ketentuan POJK, nilai likuiditas dinyatakan dalam kondisi sangat bagus apabila berada di rentang 130% s.d. 800%,” terang Gatot.

Mengingat kondisi pandemic covid19 dan dampaknya bagi perekonomian, dimana pemerintah telah merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka Jamsyar juga telah membuat kajian dampak covid19 terhadap kinerja Jamsyar di tahun 2020, dengan 3 skenario. Dalam skenario moderat, Jamsyar mengasumsikan pandemic berakhir pada Bulan September 2020, dan perusahaan berjalan normal kembali pada bulan Oktober 2020. Sesuai dengan asumsi tersebut, maka IJK Cash Basis ditargetkan mencapai Rp 318 miliar dari target semula sebesar Rp 400 miliar (79,50%).

Beban klaim diproyeksikan meningkat menjadi sebesar Rp 114 miliar dari anggaran semula sebesar Rp 93,5 miliar (121,93%). Atas klaim tersebut, diharapkan Jamsyar mendapatkan recovery sebesar Rp 34,9 miliar. Pendapatan investasi juga diproyeksikan menjadi sebesar Rp 55,5 miliar dari target semula Rp 58,5 miliar (94,87%).

Untuk mengimbangi berkurangnya pendapatan dan peningkatan beban klaim, maka Jamsyar melakukan efisiensi biaya, berupa beban operasional dan beban umum & administrasi. Dengan upaya tersebut, diharapkan laba tahun berjalan mencapai Rp 40 miliar dari target semula sebesar Rp 53 milliar (75,47%). Meskipun menurun dari target, namun laba tersebut tetap tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sebesar Rp 36,5 miliar atau tumbuh sebesar 9,59%.

Selama pandemi ini, PT Jamsyar juga telah menyalurkan 1200 paket sembako yang telah dilakukan pada awal April 2020. Bantuan sembako tersebut diberikan ke 60 lokasi di kota dimana kantor Jamsyar berada, dengan bekerja sama dengan Yayasan atau Lembaga Sosial. Bantuan tersebut didistribusikan mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara Barat, hingga pulau Sulawesi.

Selain bantuan sembako, Jamsyar juga memberikan bantuan alat Kesehatan berupa pemberian masker dan hand sanitizer. Sumber dana bantuan tersebut adalah dana shodaqoh dan zakat karyawan serta dana zakat perusahaan.

 

 

Penullis : Ning Rahayu

Editor : Redaksi

Foto : bumntrak

News Feed