Menu

Dark Mode
Tinjau Fasilitas Olahraga di Wasuponda, Bupati Irwan Instruksikan Pembenahan Kunjungi Korban Kebakaran di Angkona, Wabup Puspawati Berikan Bantuan dan Semangat Lomba Perahu Naga Sukses Digelar, Para Juara Dapat Hadiah Tambahan dari Bupati Luwu Timur Raih Opini WTP Ke-14, Bukti Tata Kelola Keuangan yang Sehat Sukses Terselenggara, Masyarakat Bahagia, Kadis Parmudora: Lomba Perahu Naga Akan Menjadi Event Tahunan Luwu Timur Tutup Road Race Bupati Cup II, Irwan Beri Apresiasi Tambahan dan Hadiah Khusus

Internasional

AS Dengan Sombong Ancam Penentang Yerusalem Ibu Kota Israel

badge-check


					AS Dengan Sombong Ancam Penentang Yerusalem Ibu Kota Israel Perbesar

Jakarta, Penalutim.co.id – Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley mengirimkan email ke beberapa anggota PBB yang berniat mendesakkan pemungutan suara pada Majelis Umum PBB berisi tuntutan agar AS menarik keputusannya mengakui Yerusalem ibu kota Israel.

“Begitu Anda memberikan suara Anda, saya ingin Anda tahu bahwa Presiden dan AS akan menganggap pribadi suara Anda ini,” tulis Haley dalam email yang juga diperlihatkan kepada majalah online Foreign Policy.

“Presiden (AS) akan menyaksikan suara ini dengan cermat dan meminta saya melaporkan balik negara-negara yang memberikan suara untuk menentang kami. Kami akan mencatat setiap dan masing-masing suara menyangkut masalah ini,” sambung dia.

Haley menyatakan AS tidak meminta negara-negara lain mengikuti langkahnya dan memindahkan kedutaan besar mereka ke Yerusalem, “Meskipun kami kira itu pantas dilakukan,” ucapnya.

Para diplomat menilai ancaman Haley itu akan dianggap sepi oleh negara-negara yang memberikan suara “ya” pada Majelis Umum PBB nanti karena mayoritas anggota PBB, temasuk sekutu-sekutu setia AS seperti Inggris dan Prancis, kemungkinan besar akan memberikan suara “ya”.

Surat Haley ini disebarkan sehari setelah AS memveto rancangan resolui Dewan Keamanan PBB yang disusun Mesir yang menyatakan negara mana pun termasuk AS yang mengakui Yerusalem ibu kota Israel “tak punya hukum apa-apa.”  “Keputusan itu gugur dan hampa serta harus dibatalkan,” begitu bunyi rancangan resolusi usulan Mesir itu.

Rancangan resolusi ini sendiri didukung penuh oleh 14 negara dari total 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB. Ini membuat para diplomat AS seperti terasing dari arus besar dunia.

AS sendiri menganggap keputusannya mengakui Yerusalem ibu kota Israel sebagai masalah kedaulatan negaranya di mana legislatif AS sudah sejak puluhan tahun lalu memandatkan untuk memindahkan kedutaan besar AS di Israel ke Yerusalem dari Tel Aviv.

Selasa kemarin Haley mencuit, “Di PBB kami selalu diminta untuk berbuat lebih.  Oleh karena itu, ketika kami membuat keputusan, berdasarkan amanat rakyat Amerika mengenai di mana letak kedutaan besar kami, kami tak ingin mereka yang sudah kami bantu itu menentang kami. Kamis nanti mungkin ada pemungutan suara yang mengkritik pilihan kami. AS akan mencatat nama-nama (negara yang menentang keputusan pengakuan Yerusalam ibu kota Israel) itu,” cuitnya.

Dalam surat kepada negara-negara anggota PBB itu, Haley menegaskan bahwa 22 tahun lalu Kongres AS sudah menyatakan “Yerusalem harus diakui sebagai ibu kota Israel, dan bahwa kedutaan besar AS harus berlokasi di Yerusalem. Presiden Trump menegaskan deklarasi itu dengan resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.”

Keputusan presiden, kata dia, “sama sekali tidak menghakimi negosiasi status final (Yerusalem), termasuk perbatasan-perbatasan spesifik kedaulatan Israel di Yerusalem.” (Ant)

Penulis : –

Editor : Risal Mujur

Foto : The Forward

Facebook Comments Box

Read More

Tiga Hal Penting di Hari Anak Sedunia

20 November 2025 - 06:28 WITA

Bersama Kehati Lutim PT Vale Raih Gold Award di Ajang Internasional

11 November 2025 - 10:17 WITA

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Warga Palestina di Gaza

2 March 2024 - 07:41 WITA

Trending on Internasional