Menu

Dark Mode
Tinjau Fasilitas Olahraga di Wasuponda, Bupati Irwan Instruksikan Pembenahan Kunjungi Korban Kebakaran di Angkona, Wabup Puspawati Berikan Bantuan dan Semangat Lomba Perahu Naga Sukses Digelar, Para Juara Dapat Hadiah Tambahan dari Bupati Luwu Timur Raih Opini WTP Ke-14, Bukti Tata Kelola Keuangan yang Sehat Sukses Terselenggara, Masyarakat Bahagia, Kadis Parmudora: Lomba Perahu Naga Akan Menjadi Event Tahunan Luwu Timur Tutup Road Race Bupati Cup II, Irwan Beri Apresiasi Tambahan dan Hadiah Khusus

Nasional

Menteri Yohana Apresiasi Biak Sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak

badge-check


					Menteri Yohana Apresiasi Biak Sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak Perbesar

Jakarta, Penalutim.co.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menghadiri perayaan Hari Anak Nasional di Kabupaten Biak Numfor, Prov. Papua, dan menyelenggarakan Dialog Penguatan Ketahanan Keluarga dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Pelatihan Kewirausahaan bagi perempuan lansia.

Di tanah kelahirannya, Menteri Yohana menghimbau agar pemerintah dapat bekerja bersama masyarakat untuk mewujudkan perlindungan anak dan meningkatkan ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan lansia.

“Saya mengapresiasi usaha Bupati dan Pemerintah Daerah karena Kabupaten Biak Numfor telah dicanangkan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Hal ini dibuktikan dengan pemberian penghargaan dari Kemen PPPA terkait Taman Ramah Anak (TRA) di Kabupaten Biak Numfor, dan hal ini merupakan yang pertama kali di Provinsi Papua. Selain itu, Bupati telah menyerahkan akta kelahiran anak sebanyak 2017 kepada saya secara simbolis. Ini merupakan beberapa indikator dari sebuah Kabupaten Ramah Anak (KRA). Saya yakin, jika Pemerintah mampu bekerja bersama masyarakat, maka Indonesia Layak Anak (ILA) akan tercapai pada tahun 2030 dan Kab. Biak Numfor menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak,” ujar Menteri Yohana saat memberikan sambutan di Lapangan Putra Angkasa, Kab. Biak Numfor, Papua.

Yohana juga menyinggung mengenai Suara Anak Biak Numfor yang disampaikan oleh perwakilan dari Forum Anak Nasional bahwa suara, aspirasi, kebutuhan, dan kepentingan anak perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam setiap perencanaan proses pembangunan.

Terkait permasalahan yang dialami oleh anak-anak, Menteri Yohana mengingatkan kepada orang tua bahwa permasalahan yang terjadi pada anak-anak salah satunya berasal dari ketidaksesuaian pola pengasuhan keluarga. Memang tidak mudah untuk menurunkan angka kekerasan pada anak-anak dan keterlibatan anak-anak pada minuman keras, khususnya di Papua.

Namun, dengan komitmen dan kerja sama antara Pemerintah dan masyarakat, mata rantai kekerasan pada anak dapat diputuskan.

Sebelumnya, Bupati Biak Numfor, Thomas Alfa Edison Ondi, mengatakan bahwa Kabupaten Biak Numfor baru saja menerima penghargaan Adipura 2017.

Menurut Thomas, dalam meraih penghargaan Adipura tidak terlepas dari kontribusi anak-anak melalui pemberian pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Pemerintah Daerah Biak Numfor telah menggerakan anak-anak dari rumah dan sekolah untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat bermain.

Oleh karena itu, peran Pemerintah sangatlah penting dalam mendidik dan melindungi anak anak.

Usai menari dan bernyanyi lagu Apuse bersama dengan anak-anak dalam perayaan Hari Anak Nasional, Menteri Yohana menyelenggarakan Dialog Penguatan Ketahanan Keluarga dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Pelatihan Kewirausahaan dengan perempuan lansia di Balai Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Kab. Biak Numfor, Provinsi Papua.

Dalam proses dialog tersebut, salah satu perwakilan perempuan lansia, Albertina Buas, meminta Menteri Yohana agar kelompok lansia diberikan pendampingan, khususnya pendampingan secara finansial, karena selama ini mayoritas perempuan di Biak hanya menjual buah pinang di depan rumah.

Menurut Menteri Yohana, perempuan di Kab. Biak Numfor, khususnya perempuan lansia, harus mampu mengembangkan usahanya.

“Perempuan-perempuan Papua memang masih membutuhkan pendampingan dan pengembangan usaha, lebih dari sekedar menjual buah pinang. Pengembangan usaha dapat dilakukan melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kearifan lokal Papua, seperti kerajinan tangan, tas sulam, atau makanan khas Papua dan pendampingan yang dapat menjembatani antara kelompok perempuan lansia dan Pemerintah”, tutup Menteri Yohana.

 

Penulis : Raga Imam

Editor : Redaksi

Foto : Raga

Facebook Comments Box

Read More

Ubah Tantangan Menjadi Kemajuan, Perjalanan ESG PT Vale Menguat di 2025

1 May 2026 - 07:10 WITA

Capai Kinerja Keuangan Yang Solid di Triwulan Pertama, PT Vale Tetap Membangun Fondasi Pertumbuhan di Masa Depan

30 April 2026 - 02:26 WITA

Dukung Penuh Program Ketahanan Pangan di Luwu Timur, Kementerian Transmigrasi Jadwalkan Berkunjung ke Mahalona

6 March 2026 - 01:26 WITA

Trending on Nasional