by

HRD : Harga Lada Anjlok Butuh Perhatian Dari Pemerintah

Jakarta, Penalutim.co.id – Asosiasi Petani Lada Indonesia (APLI) Kabupaten Luwu Timur mendorong Pemkab Luwu Timur yakni Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM dan Dinas Kehutanan agar memiliki peran masing-masing dalam rangka menyukseskan pengembangan komoditas Lada.

Hal ini diungkapkan sekretaris APLI, Herdinang usai bertemu Direktur tanaman semusim dan rempah, Agus wahyudi di Kementrian Pertanian, Jakarta. Kamis (13/7/2017).

Herdinang menyebutkan, beberapa hal mendesak yakni Indikasi Geografis (IG) dan Kebun Induk Lada dalam rangka pengembangan komoditas lada menjadi point yang wajib.

“Luwu timur bisa dikenal luas dengan Towuti White Papernya (Lada Putih Towuti, Red) sejalan dengan visi Luwu Timur Terkemuka”. Ujar Herdinang.

Selain itu, harga lada yang anjlok membutuhkan perhatian dari pemerintah. Menurutnya bantuan-bantuan dalam biaya produksi lada sangat membantu. Herdinang yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Luwu Timur itu mencontohkan tajar mati untuk tanaman lada yang biasa digunakan Petani Luwu Timur membutuhkan biaya antara 50 hingga 60 ribu per tiang.

“Ini membutuhkan solusi bersama, jika harga jual anjlok, maka biaya produksi harus ditekan” katanya.

 

Penulis : Tomi

Editor : Redaksi

Comment

News Feed