Menu

Dark Mode
Bupati Launching BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Rentan, Yusuf Pombatu : Program ini Sangat Berharga Bagi Warga Lutim Anggota DPRD Juddin Sira : Penting Membangun Kolaborasi Mahasiswa, Pemda dan Dunia Industri Bupati Luwu Timur Pastikan MTs Nurul Taqwa Sorowako Dapat Perhatian Pemerintah, Jihadin Peruge Berharap Anak-anaknya Tetap Lanjut Sekolah Wujudkan Asta Cita Presiden, PT Vale Bangun Perguruan Tinggi di Luwu Timur Pimpinan DPRD Mendukung Tentara Manunggal Membangun Desa Tentara Manunggal Membangun Desa, Ketua DPRD Lutim : Hasilnya Nyata dan Dirasakan Warga

Pena Ekonomi

Ini 5 Syarat Menjadi Wirausaha Sukses

badge-check


					Ini 5 Syarat  Menjadi Wirausaha Sukses Perbesar

Ini 5 Syarat menjadi wirausaha Sukses

Bandung, Penalutim.com –  Sekretaris Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Agus Muharam mengatakan berdasarkan data Bank Indonesia jumlah wirausaha di Indonesia saat ini baru mencapai 3,1 persen dari total penduduknya. Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan dengan jumlah wirausaha di negara Asia Tenggara lain.

“Jadi Seminar Nasional bertema peran wirausaha dalam kemandirian ekonomi Indonesia ini, sangat penting,  untuk mendongkrak munculnya wirausaha baru, ” kata Agus Muharram di Aula Kampus IV Universitas Pasundan Jl Tamansari,  Bandung,  Kamis (20/4/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut  Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Telekomunikasi BPD Hipmi Jabar Jimmy Hendrik,  Wakil Rektor I Unpas Jaja Suteja,  Dekan Fakultas Bisnis Unpas Atang Hermawan,  dan 300 mahasiswa.

Dijelaskan Agus Muharram, untuk memulai wirausaha ada tiga hal yang harus pertimbangkan, pertama produk apa yang ingin dijual, kedua memastikan apakah produk tersebut bisa terjual dan ketiga menentukan target pasar.

“Jadi memulai bisnis itu tidak sulit. Asalkan sudah ada barang (atau jasa/layanan) yang akan dijual dan bisa menjaga kepercayaan terhadap pelanggan atau pembeli baik saat menjual maupun purna jualnya,” jelas Agus.

Syarat menjadi wirausaha yang sukses itu tambah Agus, ada lima.  Meliputi knowledge (pengetahuan), skill (ketrampilan), network (jejaring pertemanan), opporunity challenge (kemampuan menciptakan/memanfaatkan peluang) dan mental attitude (sikap atau perilaku) yang pantang menyerah.

Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Telekomunikasi BPD Hipmi Jabar Jimmy Hendrik mengatakan keinginan  pemerintah menambah jumlah wirausaha muda Indonesia harus direspon mahasiswa dengan sebaik baiknya.

“Kalau ingin menjadi wirausaha yang sukses. Saat ini yang cocok terjun ke bidang industri kreatif,  sebab eksekusinya lebih mudah,  apalagi Bandung adalah pusatnya Industri kreatif di Indonesia,” kata Jimmy.

Terlebih,  jelas Jimmy semua disiplin ilmu ada di Unpas.  Jadi mahasiswa Unpas bisa berkolaborasi secara bersama-sama mengcreate produk,  mempelajari manajemen pemasarannya dan tidak kalah pentingnya mempelajari manajemen keuangannya.

“Jadi ada yang membikin produk, ada yang memasarkan ada yang memanage perusahaannya, ” jelas Jimmy.

Wakil Rektor I Unpas Jaja Suteja mengatakan kalau ingin menjadi wirausaha mahasiswa itu harus bisa didorong keluar dari zona nyaman (out of the box).

“Dan disini kita akan mendorong mahasiswa itu mencintai dunia wirausaha. Tentunya dengan disiplin ilmu. Pada sisi yang lain,  mahasiswa itu didorong. Mental dan attitude-nya, dan apa yang dikatakan pak Agus Muharram tadi benar, untuk jadi seorang wirausaha mahasiswa tak boleh lagi jadi anak mama, ” jelas Jaja.

Penulis : Bima 

Edittor : Risal Mujur

Foto : Humas

Facebook Comments Box

Read More

Sinergi TNI dan Industri untuk Hilirisasi Berkelanjutan: Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Progres Proyek Strategis Nasional PT Vale di Pomalaa

3 December 2025 - 06:59 WITA

Lutim Skill Center Buka Pendaftaran Angkatan Ke-3, Sejumlah Perempuan Pilih Ingin Jadi Operator Excavator

3 December 2025 - 06:23 WITA

Lutim Skill Center Buka Pendaftaran Angkatan Ke-3, Sejumlah Perempuan Pilih Ingin Jadi Operator Excavator

Tangis Haru Pemilik UMKM Berkah Ainun, Rumah Produksi Keripik Pisangnya Direnovasi PT Vale

2 December 2025 - 02:19 WITA

Trending on Pena Ekonomi